BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Senin, 14 Januari 2013 3 komentar

Diantara kami dan mereka



(dirimu yang kokoh laksana tebing, akan lebih indah jika ku panggil kau dengan sebutan sayang)

sayang,…
 harusnya kau lebih tegar, harusnya kau lebih kuat,…. tentang hujatan mereka terhadapmu, tentang ketidak puasan mereka akan dirimu
Dan seandainya mereka tau bantuan mereka yg 11rb tdk akan menjadi apa2 yang begitu dahyat kecuali kesyukuran mereka mendapatkan sesuai yang mereka bayar
Dan seandainya mereka tau kamipun membayar, dan kami yang mengusahakannya, kami tak digaji sama sekali. Yah kebersamaan itu yang membuat kami tegar, tak jarang kami juga bertengkar, namun teduh mu(osis), selalu membuat kami melangkah tuk kembali.

Sayang....
Harusnya kau lebih sabar…, tentang panggilan melalui mike, tentang hal kecil yang tak sehrusnya di besar-besarkan. Tentang kerusakan yang tak seharusnya dilimpahkan terhadapmu
Dan seandainya mereka berfikir akan gading yang tak selamanya kuat, akan hal yang tak harus selamanya sempurna

Dan seandainya mereka tau,  kami bukan robot, kamipun akan lemah, kamipun akan lelah. Ketika harus bekerja disertai dengan gunjingan mulut2 busuk yang selalu bangga akan dirinya.
Tak jarang ku berfikir ketika mereka harus berada di posisi yang sama, akan kah mereka berbuat sama bahkan lebih dari kami???

^MPKOSTARATAGO..^_^
Sabtu, 12 Januari 2013 0 komentar

Kado TERINDAH

...KADO TEINDAH
S
aat materi bukanlah  sesuatu yang tepat
tuk dijadikan kado…
lantas..?,,, kado terindah..???
apa maksudnya yah…???^^,







***
          Masih tertulis kusam di benakku kejadian dua tahun silam, (terpatnya 02 september)
Yah..kejadian yang mampu membuatku tertawa haru saat mengigatnya
Katakan saja…KADO TERINDAH…
          Pagi itu aku yang tengah duduk di teras depan rumah menanti kedatangan Ayah dan Bunda, yang harusnya sudah tiba satu jam yang lalu.
          Tak luput olehku menatap jalan raya tepat depan rumah. Betapa cemas tersirat dirut wajahku, sesekali ku melihat jam yang memeluk erat pergelangan tanganku
          “jam sudah menunjukkan tepat pukul 10:00am, benar-benar tepat pukul 10:00am. Tapi mereka belum juga tiba, apa gerangan yang terjadi?.”
Tuturku cemas
          Tanpa hitungan menit, nampak sebuah mobil dibalut kulit yang merah menyala berhenti tepat di depan rumah. Tentu saja aku langsung bangkit dari dudukku, dan berlari menuju gerbang.
          “hmmm..mm,, panjang umur”
Celotehku..
          Namun langkahku terhenti melihat itu bukan mereka,! Dengan kecewa, ku berbalik. Belum sempurna gerak balikku..
DRR..RAAMM..M.M..
          Terdengar suara yang begitu keras, aku kembali berbalik menatap jalan raya, terlihat banyak orang yang berkerumun di seberang jalan sana.
Aku bergegas menghampiri,
Kusela dan kusela orang-orang yang berkerumun itu, kulihat dengan jelas dua raga yang terkujur kaku di lumuri darah
          “ASTAGA..Ayah .. Bunda itu mereka!”
          Lumpuh rasanya ragaku saat itu, melihat mereka tergeletak takberdaya, orang yang mencelakakan mereka pergi begitu saja.
(Dibantu oleh warga sekitar mereka di larikan kerumah sakit)
***
                Siangpun beranjak, malam telah tiba. Begitu lamanya mereka dihadapi oleh dokter.
Ketika tepat pukul 09:00pm
Sesosok tubuh dengan lapisan jas putih tentunya keluar dari ruangan itu….I..C..U….
          “dok.. bagaimana keadaan mereka?”
          “uumm….maaf, kami sudah mengusahakan yang terbaik, tapi…..”
Tak sempat lagi kudengar perkataannya, ku trobos sudah pintu itu, seraya berlari memeluk mereka yang hanya tinggal jasad trutup kain putih
Berselang beberapa waktu, ku dihampiri dokter itu lagi
          “semuanya 700.000;
          “tapi, btul-betul tak ada sepeserpun di kantongku ini!!”
          “maaf, kami pihak rumah sakit tidak mau tau, ini sudah prosedur, dan uang itu harus di terima malam ini juga”
Mereka bahkan tidak mau mengerti, berkabungku  adalah keuntungan bagi mereka.
          (tak ada jalan lain)
Gumamku dalam hati.
          “LARIII…..I…I..”
          Kuberlari keluar rumah sakit itu, sesosok orang dengan badan kekar, dan jas kulit, serta pisau yang digenggam kaut olehnya juga keluar dari RS itu seraya mengejarku.
          Tak henti kuberlari, arah kemana tak lagi ku hirau, dan....
          “ASSTAGA,,,, jurang…”
Diam,,,yah..hanya itu yang dapat kulakukan dalam belenggu harapku, berharap semua kembali berpihak.
Semua Nampak tak masuk diakalku, hingga detik ini aku masih tak mempercayai semua ini, semua tak dapat terhela oleh nalarku, kosong…itu yang kurasakan… sedih yang kurasakan juga tak tau, harus ku ungkapkan dengan apa dan bagaimana…
mmm..semua hanya terbelenggu dan berkecamuk didalam dada, entah karna terhalau oleh kaget yang kian menjadi-jadi yang kurasakan saat ini, atau apalah, aku tak tau pasti.
Sebagaimana mestinya, SKAK..(tusukan tajam, atau jurang??).
***
          Tak sungkan-sungkannya orang itu menyodorkan pisau yang di genggamnya kearah perut ku yang mulai kelaparan
          Untuk menghindari pisau itu, aku melangkah mundur selangkah demi selangkah.
Dan……
“AAA..A…A..A”
..(JURANGPUN MENGHAMPIRIKU)..
***
          “tapi kok hujan?”
Mm,, ku kira inilah akhir hidupku, tapi dinginnya air itu sangat jelas kurasakan
          “haii.. bangun.. bangun, udah mau imsak”
Dibumbui kejut yang kecil, kuterbangun!!. Nampak kakakku dengan gelas berisikan ai yang di pegangnya,
Selanjutnya terlihat Ayah Bunda dan adikku sedang duduk memulai menyantap sahur.
          “umm,, ternyata Cuma mimpi”
Geliatku dalam hati

Singkat cerita,
dengan perasaan lega, ku bergegas mempersiapkan diri ikut bersama mereka menyantap sahur.
Yang sebelumnya kusempatkan berdo’a panjang didepan meja makan…
“terima kasih Tuhan,
Untuk mimpimu yang panjang..
Terima kasih untuk pengalaman yang tak terlupakan
mm..terima kasih juga untuk KADO TERINDAHMu di hari ini,
mungkin bukan benda mahal yang dibungkus, kemudian di ikat pita indah.
Bukan jua tart dengan lilin yang berjejer rapi di atasnya,
Melainkan kebersamaan yang setiap hari bias ku dapatkan.
n_n
S.E.K.I.A.N
Slamat shuurr…
ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Kamis, 03 Januari 2013 0 komentar

PUTRI DIBIAS CERMIN

diriku bercermin layaknya putri
sepertinya aku begitu jelita
sepertinya kegemaran bagi para adam

dalam cerita
sepertinya aku kembang seorang diri
kemana semua wanita?,
masihkah mereka bercalon dalam rahimku?

pantas saja diriku kembang idaman,
laksana mawar merah ditengah padang pasir

sepertinya dia menyukai, begitu juga dengan dirinya
ku tau engkau juga punya rasa demikian, apalagi dengan dikau

maka...
kubiarkan Ilahi menjawab
akan ku bawa kemana perasaan-perasaan mereka?

sebab aku bunga tidak diperuntukkan 1000 kumbang
maka aku lebih memilih menjauh dari ombang ambing lautan padang pasir yang sepi
menjauh dari hadapan cermin
yang berbias khayalan putri kembang
Powered By Blogger
 
;