...KADO TEINDAH
aat
materi bukanlah sesuatu yang tepat
tuk
dijadikan kado…
lantas..?,,, kado terindah..???
apa
maksudnya yah…???^^,
***
Masih tertulis kusam di benakku kejadian dua tahun silam,
(terpatnya 02 september)
Yah..kejadian yang mampu
membuatku tertawa haru saat mengigatnya
Katakan saja…KADO TERINDAH…
Pagi itu aku yang tengah duduk di teras depan rumah menanti
kedatangan Ayah dan Bunda, yang harusnya sudah tiba satu jam yang lalu.
Tak luput olehku menatap jalan raya tepat depan rumah.
Betapa cemas tersirat dirut wajahku, sesekali ku melihat jam yang memeluk erat
pergelangan tanganku
“jam sudah menunjukkan tepat pukul 10:00am,
benar-benar tepat pukul 10:00am. Tapi mereka belum juga tiba, apa
gerangan yang terjadi?.”
Tuturku cemas
Tanpa hitungan menit, nampak sebuah mobil dibalut kulit
yang merah menyala berhenti tepat di depan rumah. Tentu saja aku langsung
bangkit dari dudukku, dan berlari menuju gerbang.
“hmmm..mm,, panjang umur”
Celotehku..
Namun langkahku terhenti melihat itu bukan mereka,! Dengan
kecewa, ku berbalik. Belum sempurna gerak balikku..
DRR..RAAMM..M.M..
Terdengar suara yang begitu keras, aku kembali berbalik
menatap jalan raya, terlihat banyak orang yang berkerumun di seberang jalan
sana.
Aku bergegas menghampiri,
Kusela dan kusela orang-orang
yang berkerumun itu, kulihat dengan jelas dua raga yang terkujur kaku di lumuri
darah
“ASTAGA..Ayah .. Bunda itu mereka!”
Lumpuh rasanya ragaku saat itu, melihat mereka tergeletak
takberdaya, orang yang mencelakakan mereka pergi begitu saja.
(Dibantu
oleh warga sekitar mereka di larikan kerumah sakit)
***
Siangpun beranjak, malam telah
tiba. Begitu lamanya mereka dihadapi oleh dokter.
Ketika
tepat pukul 09:00pm
Sesosok
tubuh dengan lapisan jas putih tentunya keluar dari ruangan itu….I..C..U….
“dok.. bagaimana keadaan mereka?”
“uumm….maaf, kami sudah mengusahakan
yang terbaik, tapi…..”
Tak
sempat lagi kudengar perkataannya, ku trobos sudah pintu itu, seraya berlari
memeluk mereka yang hanya tinggal jasad trutup kain putih
Berselang
beberapa waktu, ku dihampiri dokter itu lagi
“semuanya 700.000;
“tapi, btul-betul tak ada sepeserpun
di kantongku ini!!”
“maaf, kami pihak rumah sakit tidak
mau tau, ini sudah prosedur, dan uang itu harus di terima malam ini juga”
Mereka
bahkan tidak mau mengerti, berkabungku
adalah keuntungan bagi mereka.
(tak ada jalan lain)
Gumamku
dalam hati.
“LARIII…..I…I..”
Kuberlari keluar rumah sakit itu,
sesosok orang dengan badan kekar, dan jas kulit, serta pisau yang digenggam kaut
olehnya juga keluar dari RS itu seraya mengejarku.
Tak henti kuberlari, arah kemana tak
lagi ku hirau, dan....
“ASSTAGA,,,, jurang…”
Diam,,,yah..hanya
itu yang dapat kulakukan dalam belenggu harapku, berharap semua kembali
berpihak.
Semua
Nampak tak masuk diakalku, hingga detik ini aku masih tak mempercayai semua
ini, semua tak dapat terhela oleh nalarku, kosong…itu yang kurasakan… sedih
yang kurasakan juga tak tau, harus ku ungkapkan dengan apa dan bagaimana…
mmm..semua
hanya terbelenggu dan berkecamuk didalam dada, entah karna terhalau oleh kaget
yang kian menjadi-jadi yang kurasakan saat ini, atau apalah, aku tak tau pasti.
Sebagaimana
mestinya, SKAK..(tusukan tajam, atau jurang??).
***
Tak sungkan-sungkannya orang itu
menyodorkan pisau yang di genggamnya kearah perut ku yang mulai kelaparan
Untuk menghindari pisau itu, aku
melangkah mundur selangkah demi selangkah.
Dan……
“AAA..A…A..A”
..(JURANGPUN
MENGHAMPIRIKU)..
***
“tapi kok hujan?”
Mm,,
ku kira inilah akhir hidupku, tapi dinginnya air itu sangat jelas kurasakan
“haii.. bangun.. bangun, udah mau
imsak”
Dibumbui
kejut yang kecil, kuterbangun!!. Nampak kakakku dengan gelas berisikan ai yang
di pegangnya,
Selanjutnya
terlihat Ayah Bunda dan adikku sedang duduk memulai menyantap sahur.
“umm,, ternyata Cuma mimpi”
Geliatku
dalam hati
Singkat
cerita,
dengan
perasaan lega, ku bergegas mempersiapkan diri ikut bersama mereka menyantap
sahur.
Yang
sebelumnya kusempatkan berdo’a panjang didepan meja makan…
“terima
kasih Tuhan,
Untuk
mimpimu yang panjang..
Terima
kasih untuk pengalaman yang tak terlupakan
mm..terima
kasih juga untuk KADO TERINDAHMu di hari ini,
mungkin
bukan benda mahal yang dibungkus, kemudian di ikat pita indah.
Bukan jua
tart dengan lilin yang berjejer rapi di atasnya,
Melainkan
kebersamaan yang setiap hari bias ku dapatkan.
n_n
S.E.K.I.A.N
Slamat
shuurr…
ASSALAMUALAIKUM
WR.WB
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact