BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Sabtu, 01 November 2014 0 komentar

yang ku tau, cinta itu damai





Jikalau ku berkata “aku merindu”.. kau akan menimpali “aku tak kemana – mana”
Haruskah ku merindu di setiap saatnya agar kau tetap terjaga disisiku ??
Egonya, ku serakah akan cintamu..

Yang seharusnya aku tak perlu lagi mempertanyakan apakah kau masih menyimpan harapan yang sama denganku, bukankah yang perlu ku tau hanya “hatiku sendiri”..
Cukup, Cukuplah beberapa hari ini, ku mengekang jiwa ku untuk menghapus namamu, padahal sang pencinta masih mengharap cinta itu terjaga disini.. *nunjuk kehati* pantas saja sakit dan melelahkan.. :'(
Kali ini sepertinya aku betul betul telah mengerti, bukankah setiap rasa  adalah anugrah yang kita dituntut untuk mensyukurinya, bukan memaksa memilikinya.

Aku hanya perlu menguburmu saat ini, tapi tidak menghapusmu !
“bagaimana mungkin aku dapat terbang mencari cinta yang lain, sementara sayap – sayapku telah patah karenamu - Khalil Ghibran”
Aku hanya perlu mencintaimu dengan sederhana,,
“seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan mendung pada awan yang menjadikannya hujan, seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan malam pada siang yang menjadikannya tiada – khalil Gibran”
Aku tak perlu berusaha membencimu karena kita tidak berakhir, sama sekali tidak !! kita baik – baik saja, karena kita berbeda bukan ? tidak seperti kebanyakan remaja yang berakhir kemudian saling membenci – karena kita sama-sama paham dan mengerti – cinta itu suci, tidak menghinakan – cinta itu berharga, tidak murahan – cinta itu titipan Allah, maka biarkan Dia yang menuntunnya.

Yup.. betul, kita hanya memperbaiki spasi yang mulai menyempit, sebab sadar bukanlah hak kita menentukan kebersamaan di hari esok, dan aku ? aku hanya perlu mengikat cinta untukmu dalam bingkai sederhanya yang bernama tawakkal, agar tidak menjadi liar.

Meski awalnya begitu berat, dan akhirnya rela..
Perlu kau tau, aku rela bukan atas dasar penolakanmu yang begitu kejam..
Hanya Karena ingin cinta ini tak ternoda, akibat terucap sebelum waktunya..
Aku ingin mencintai penciptamu sepenuhnya sebelum mencintaimu
Aku ingin meminta restu pada sang maha cinta, untuk mengabdikan setengah cinta daripadanya untukmu, dan membuktikan bahwa cinta kita abadi dalam setiap iringan do’a disetiap usaiku bersujud
Aku ingin mempersembahkan ibadah terbaikku karena-Nya, bukan karena mu,, hingga akhirnya aku dipantaskan untukmu :)

Mari kita saling mencintai dalam senyap malam, yang hanya bintang-bintanglah yang mengerti akan isyaratnya,
Mari kita saling mencintai diam-diam, sepeti rumput yang hanya mampu berbicara dalam hati
Percayakan Allah yang menjaga cinta kita, maka kemanapun cinta kita masing-masing bermusafir, ia akan tau cara tuk kembali – karena cinta yang abadi selalu menuntun tuk temukan jalan pulang ^_^


http://about.me/mumuthamuth


Jumat, 13 Juni 2014 0 komentar

about love again

Katanya, cinta itu sederhana.. layaknya kau bahagia melihat sabit dibibirnya. Tapi tanpa rasa sakit, cinta itu ibarat genangan air yang tak mengalir..
Dan yang paling menyakitkan dari cinta adalah sebuah janji untuk saling berpegangan hingga akhir perjalanan, namun salah satu diantaranya memilih menyerah karena tak sanggup lagi menahan luka kerikil – kerikil yang tajam, adalah sebuah janji untuk saling mencintai, namun salah satu diantaranya telah kehilangan cinta itu didalam hatinya.
Meski demikian, memutuskan hidup tanpa cinta bukanlah pilihan yang layak. Betul, mungkin itu akan membuat hidupmu tenang – tenang saja, no galau, no sad. Tapi kau tak akan pernah mengenal kisah dengan akhir yang bahagia..


Dalam kisahku, Aku tak tau dia masuk melalui pintu hatiku yang mana, tiba – tiba saja dia telah berada didalamnya. Namun demi menjaga ukhwah kami memilih berspasikan syari’at untuk saling mengenal, yah..”hanya saling mengenal”. Indah juga, merasa disayangi tanpa harus melulu mengatakan itu.
Hingga saat kemarin, kami masih sama – sama terjaga, namun bukan cintalah bila tak berombak, ombaknya menggoyahkan ku dari pijakan semula, dan dia masih tetap disana berdiri memberi isyarat “sadarlah dik, masih ada spasi diantara kita”.
 
Ia mungkin beranggapan aku tak lagi mengindahkan nasehatnya, memang begitulah kenyataannya, ku tau itu alasan yang membuatnya meninggalkan lingkaran sethan ini, dan memutuskan membuang segala cinta yang akan dipersembahkan untukku setelah walimah nanti..
 
Karena selalu ada kata “maaf” untuk setiap kesalahan, dan selalu ada kata “aku memaafkanmu” untuk setiap kata maaf, akhirnya permintaanku untuk kesempatan kedua di-indahkannya. Akan tetapi, sebaik apapun dirinya, tetap saja menentukan bukan haknya manusia, dia akan punya caranya untuk  meninggalkanku. Aku begitu menyadari aku telah memecahkan cermin hatinya, sekalipun telah ku satukan serapi mungkin, tetap saja akan meninggalkan bekas.
 
Untuk kembali seperti saat pertama “akan sulit” katanya, seperti isyarat mengusirku pelan – pelan. Yah.. mungkin benar, disetiap kesalahan akan terselip luka yang membuat kita tidak mati, namun perihnya mampu membuat kita tak dapat berjalan seperti dulu lagi…

^Kulihat, tatapan itu masih sama, namun dia tak lagi disisiku :’)
Powered By Blogger
 
;