BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Rabu, 20 Februari 2013 0 komentar

JINGGA CINTA.KU

Mengejar cintamu dengan sederhana
hingga isyarat cinta bertabur sedamai mungkin
seperti jingga yang selalu menjadi warna bagi senja

ini langit biru yang mencintai senja
kala senja menyapa
ia kan merona jingga

ini aku yang mencintaimu
kala engkau hadir menyapa
wajahku merona merah
jantungku menggema hingga ke bilik-serambi 


Menanti cintamu dengan sederhana
jika ia mengusang, biarkanlah
jika mahluk bernama "kamu"
kian menghapus debu tipis yang menyelimutipun takkan ku cegah

ku lebih memilih tersenyum
meski untuk setiap suka dan duka
sebab yang ku pahami
seharusnya, cinta itu damai

NB: PUISI ALAY (anak layangan lebay gila), mungkin karena abis makan banyak banget :D
  ^^u^^uth
2 komentar

KATA pisah


BismillahH             

Assalamu Alaikum Wr.Wb.
saya menyadari bahwa takkan pernah ada yang kekal dan abadi, setiap pertemuan selanjutnya akan ada  perpisahan dan dimana ada kegembiraan akan diakhiri dengan air mata kesedihan, karea itu sudah merupakan ketentuan yang harus dijalani oleh anak manusia. Ini tidak berbicara hokum ketukan palu, namun ini adalah hokum alam yang akan elalu berputar. jangankan kita berpisah, jiwa pun akan berpisah dengan raga, begitulah kita ditakdirkan yang Maha Kuasa di muka bumi ini kita dipertemukan lalu dipisahkan.
 Trimakasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengucapkan sepatahkata sebagai  sampul dalam membungkus suatu kenangan yang tak dapat terlukiskan.kenangan 3 tahun yang begitu cepat terlwatkan, begitu singkat, bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.
Kata orang kita tak akan lepas dari masa lalu, maka dari itu kakakku,.. jadikanlah masalalumu sebagai cerminan untuk menapaki masa gemilang kedepan, ingat selalu akan nasihat guru-guru ketika ia marah. Kemarahannya adalah anugerah bahwasanya mereka masih mengharapkan kesuksesan kakak-kakak kedepan, kesuksesanku juga kesuksesan adik-adikku kelak.
Ingat selalu ketika ia membina kita, bagai emas murni yang akan dibentuk menjadi sebuah perhiasan. Kadang dipukul, dicelup, dibakar, lalu dipukul lagi hingga membentuk sebuah cincin yang bertahtakan berlian. Tak butuh sedikit kesabaran akan hal itu, akan tetapi mungkin dalam keadaan yang tidak sadar, lantas kita mengeluh bahkan menambahkan berat beban yang ada dipundaknya dengan sebuah tuntutan karena tidak terima, jikala hal tersebut sudah disadari sejak hari kemarin, saya percaya maaf telah terlontar dari hari kemarin pula, akan tetapi jika kesadaran itu barulah menghampiri, di detik-detik terakhir bersua ini, gapailah tangannya, ucapkan beberapa kalimat yang melambangkan satu kata maaf.
Di detik terakhir ini pula, terasa air mata ingin keluar dari peraduan, terasa selaputnya begitu lemah untuk menahan air mata, ketika fikiran jauh menerawang bahwa segala hidup yang dilalui sebiasa mungkin pada hari-hari kemarin akan berubah.

Engkau datang dengan segala cinta
Lalu kau pergi dengan segala cinta
Hari ini kita bersama dengan segala cinta
Kuharap esok kita terpisah, tetap dengan segala cinta

Ada bening dimanik matamu
Ketika kusambut tanganmu
Dan kau beri aku damai

Disaat keharu-biruan
Menyengat merah jambu
Kita berjalan bersama,
Lantaran kita sepakat
“ada cinta diujung matahari sana”

Satu hal yang pasti
Ruang dan waktu tak akan menghapus segala jejak yang pernah ada
Antara kalian dan aku
Antara kalian dan mereka

 “ SENGEKA SIMATA JARUNG UBALI SENGE TOKKI SIPUPPURENG LINO”


^ini saya bacakan pada tahun 2011, saat itu saya mewakili kelas XI mengucap kata pisah untuk kakak2 klas XII^

Senin, 18 Februari 2013 0 komentar

MELIHATMU DARI CELA


Dihari itu, ku dihinggapi penasaran yang menggulir hatiku, yang membawa mataku menelusuri jejak langkah yang begitu asing.. siapa gerangan pemilik jejak ini? Jejak yang masih basah,
 jejakmu yang terlihat semakin kumelaju semakin transparan dan hampir-hampir kutak melihatnya
Kutelusuri hingga singgasana, kulihat kau dengan lapang tertunduk dan berserah sehina mungkin. Kau menengadah dan merengek kepada Tuhan mu, tanpa khawartir seorangpun akan menertawakanmu.
Saat itu aku merasa, jua membutuhkan Tuhan mu, tanpa kuingat lagi kenanganku bersama Tuhanku sepanjang usiaku saat ini.

“Kulihat Tuhan bersemayam dalam dirimu. Jawab aku, akankah Tuhanmu marah jika cintaku padamu lebih besar dari pada cintaNya padamu..?
Jika seandainya Ia marah, maka ajarkan aku mencintai Tuhanmu…
Jika kau bertanya, “bagaimana dengan Tuhanmu sendiri tidakkah Ia marah melihat kau berpaling dengan Tuhanku”. Maka aku akan menjawab sungguh, hanya butuh melihatmu sekali saja untuk melunturkan kepercayaan ku yang sekian tahun, tak pernah kumelihat teduh yang seteduh itu, dari itu ku berani berkata bagaimana bisa Ia marah, sementara wujudnya sendiri belum jelas adanya. Dan jika seandainya Tuhanku itu benar Tuhan namanya, Dia tidak akan menahan seorangpun yang tak lagi bahagia disisinya".
Kamis, 14 Februari 2013 0 komentar

DEWA DIKALA HUJAN


Dan ketika alam hidup, mengajarkan kekejaman
Segala bayangan tergambar sepi  yang terus berdetak pada arloji
Menerawangkan waktu yang sehitam dedak kopi
Dewa dikala hujan selalu melambangkan akan dirimu..
Yang nestapa selalu akan haus kedendaman

Dengarlahh kata dalam sanubari ini..
Telah habis masa tuk menganggap kau dewa matahari,
 kini telah malam dan saatnya tuk terlelap, dari bias- bias yang menerawangkan wajahmu sang politikus
Sampai kapankah kau akan menjadikan batu sandungan sebagai cambuk kekuatanmu?
Sampai kapan?...
Sampai kapan kau merasuk pada jiwa jiwa anak bangsa yang kelam ?
Sampai kapan?
Sampai kapan anak bangsa menekuk dibawah ketiak politikus yang dianggapnya dewa?
Sampai kapan?

Haii kau politikus yang menyelinap di hati anak kami yang sedang bimbang akan kebodohan
Membisikkan sejuta syair dusta yang indah
Lepaskanlah hati mereka

Hii kau anak-anak masa depan….
 jangan kau biarkan kata2 dewanya merasuki relungmu yang sedang kelabu
Sekarang bukan lagi masanya menepuk dada
Haii.. inilah saya anak yang bersembunyi di belakang orang yang begitu tangguh
Begitu kuat…
Begitu berkuasa…
Punya segalanya….
Telaahlah anakku, saat tersesat kaukan mencari
Telaahlah anakku, Politikus pun akan mati.
Powered By Blogger
 
;