Beberapa tahun silam, tepatnya 1288 H (1870 M), oleh sekelompok orang, Islam disandingkan dengan istilah kapitalis, maka terlahirlah istilah _Islam kapitalis_ yakni pemisahan islam dari kehidupan..
istilah ini bukan main - main. Sebab dibeberapa situasi, karena istilah ini, banyakan orang menganggap masih berjalan dalam koridor islam, padahal ternyata telah jauh melenceng. dunia akhirnya mengenal Islam hanya pada lingkup kecil, yakni di Masjid saja...
semisal Negara kita Indonesia yang ber-asas-kan Democrasi (baca : saudara kembarnya kapitalis). Akhirnya sejak ditetapkannya tersebut, orang - orang Islam di Indonesia cenderung menjadi Islam demokrasi.
alhasil, mereka yang berteriak *Khilafah* kasat mata jadi terlihat asing dan menjijikkan _ prihal segerombolan manusia yang berusaha menghancurkan Negara.
lalu, apa salahnya #Tausiyah_Cinta?
kemarin ada kejutan manis dari seorang teman...
teman : Ain, lama tak berjumpa... yukk nonton Tausiyah Cinta.. kalau mau, ta' tunggu ii soalnya antrinya masih lama..
Ain : what? tau-kan? sy nda mau pergi nonton bioskop.
teman : oh, kirain sudah mau, soalnya ini banyak kerudungan besar sampai yang makai cadar.. studionya juga dipisah antara laki - laki dan perempuan.
***
pertama : prihal bercampur baur (ikhtilat) sangat ditekankan, artinya sedapat mungkin dihindari apatah lagi untuk hal yang mubah.
benarlah sebuah ungkapan : berhati - hatilah dengan yang mubah, jangan sampai berhujung sia - sia...
terakhir, usai nonton..
ain : gimana nontonnya dhe? beneran dipisah gak?
teman : dipisah sih, studio laki - laki dan perempuan beda, tp tadi ada 3 lelaki yang diselipkan distudio perempuan, soalnya penontonnya membludak.
kejutannya adalah, tentang beberapa orang yang menentang segala bentuk ikhtilat, istiqomah dalam setiap kajian islam/tabligh akbar, memisahkan barisan wanita dan pria.
prihal hebohnya film yang bernuansa Islam, segalanya berubah menjadi *gak papa. sekali - kali aja*
kedua : tentang sekelompok orang yang mengkaji, televisi itu adalah hal yang sia - sia, karena aktivitas nontonya.
sebenarnya adalah, setiap orang itu dihukumi sesuai apa yang mereka yakini,
sekali lagi, tentang ketimpangan yang disulap menjadi Islami, maka semua akan berubah menjadi *gak papa*
seperti yang marak dibeberapa tahun lalu it's pacaran Islami ^_^
sebetulnya, yang demikian hanya metafora *cobaan* yang menguji rasa.
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact