BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Jumat, 13 Juni 2014 0 komentar

about love again

Katanya, cinta itu sederhana.. layaknya kau bahagia melihat sabit dibibirnya. Tapi tanpa rasa sakit, cinta itu ibarat genangan air yang tak mengalir..
Dan yang paling menyakitkan dari cinta adalah sebuah janji untuk saling berpegangan hingga akhir perjalanan, namun salah satu diantaranya memilih menyerah karena tak sanggup lagi menahan luka kerikil – kerikil yang tajam, adalah sebuah janji untuk saling mencintai, namun salah satu diantaranya telah kehilangan cinta itu didalam hatinya.
Meski demikian, memutuskan hidup tanpa cinta bukanlah pilihan yang layak. Betul, mungkin itu akan membuat hidupmu tenang – tenang saja, no galau, no sad. Tapi kau tak akan pernah mengenal kisah dengan akhir yang bahagia..


Dalam kisahku, Aku tak tau dia masuk melalui pintu hatiku yang mana, tiba – tiba saja dia telah berada didalamnya. Namun demi menjaga ukhwah kami memilih berspasikan syari’at untuk saling mengenal, yah..”hanya saling mengenal”. Indah juga, merasa disayangi tanpa harus melulu mengatakan itu.
Hingga saat kemarin, kami masih sama – sama terjaga, namun bukan cintalah bila tak berombak, ombaknya menggoyahkan ku dari pijakan semula, dan dia masih tetap disana berdiri memberi isyarat “sadarlah dik, masih ada spasi diantara kita”.
 
Ia mungkin beranggapan aku tak lagi mengindahkan nasehatnya, memang begitulah kenyataannya, ku tau itu alasan yang membuatnya meninggalkan lingkaran sethan ini, dan memutuskan membuang segala cinta yang akan dipersembahkan untukku setelah walimah nanti..
 
Karena selalu ada kata “maaf” untuk setiap kesalahan, dan selalu ada kata “aku memaafkanmu” untuk setiap kata maaf, akhirnya permintaanku untuk kesempatan kedua di-indahkannya. Akan tetapi, sebaik apapun dirinya, tetap saja menentukan bukan haknya manusia, dia akan punya caranya untuk  meninggalkanku. Aku begitu menyadari aku telah memecahkan cermin hatinya, sekalipun telah ku satukan serapi mungkin, tetap saja akan meninggalkan bekas.
 
Untuk kembali seperti saat pertama “akan sulit” katanya, seperti isyarat mengusirku pelan – pelan. Yah.. mungkin benar, disetiap kesalahan akan terselip luka yang membuat kita tidak mati, namun perihnya mampu membuat kita tak dapat berjalan seperti dulu lagi…

^Kulihat, tatapan itu masih sama, namun dia tak lagi disisiku :’)
Powered By Blogger
 
;