Kami termenung meratap langit kesunyian
Diantara megahnya hidup ini
Merasakan indahnya dunia
Di atasWarna-warna kehidupan
Memancarkan isyarat-isyarat
Menggerakkan hati
menggetarkan batin
Dalam pandangan yang kabur
Matahari bangkit dari
sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra
raya.
Matahari menjadi pelangi di
cakrawala
Berkilatan memantulkan cahaya
mentari
kami berdiri dengan mata bercahaya
diiringi dengan nyanyian angin dan gemercik air
Jejak langkah terus terukir Diperjalanan kita, Perjalanan ini, perjalanan sebutir pasir menjadi mutiara.
Hari
itu, kusamnya seragam smp menjadi awal kisah ini, membiarkan wajah – wajah baru
meratap masa depannya
Dimasa
itulah terbentuk kami dari kau dan aku,
diantara sebuah jalinan persaudaraan. Terbentuk kebersamaan yang mengikuti
langkah kita.
Mata
sayu itu memandang masa depan, ntah siapa yang akan berakhir disini atau
berakhir sebelum akhir.
Disini,
di kampus cendana, kita belajar arti mengertii hingga memahami. Berjalan hingga
berlari. Dan berlari hingga saling merangkul, bahkan saling membopoh satu sama
lain.
Laksana
Tangan lihai penulis mengayunkan pena diatas kertas yang masih kosong… kini
lembar lembar kertas itu mulai bercerita. Terangkai beberapa deret kata, ada
namaku, juga nama mu,,, namun juga ada kata akhir.
Kamilah generasi yang berlayar di lautan
Menybakkam riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga kehidupan
Kamilah generasi yang berlayar diatas jutaan harapan
Memandang harumnya cahaya
Ya… Kamilah genarasi yang bertempur diatas kobaran api
Mengejar angan dan cita-cita
Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Inilah sajak kami
Sebuah
Sajak-sajak perpisahan
Sajak ini bagai air yang mengalir membasahi panas terik dihati kami
Sajak
ini muncul ketika canda dan tawa bersemayam diantara kita
Sajak ini muncul ketika senang dan sedih menyelimuti perasan kita
Sajak
ini muncul ketika kebahagian, dan kesedihan menghampiri kebersamaan kita
Sajak ini melukiskan sebuah kisah
Sahabat…masih
terniang kusam di benakku tagl 17 juli 2010 lalu, Dihari itu gerbang sekolah
ini menjadi saksi langkah kita. dengan langkah masuk, berderet, berayun
bersama, dan menjadi bagian dari sahabat
Tapi
taukah kau, sahabat?
ada
kisah sedih diakhir cerita kita
tidak
sebuah pisau
tidak
pula sebilah bambu
tapi
perpisahan
“tak selamanya
kita kan seperti ini”
Sahabat…ini
terkhusus untukmu yang telah pergi bersama takdir, kampus cendana ini rumah
kami, tapi rumahmu jua. Dimanapun kalian saat ini, kami menyayangimu sebagai
sahabat selamanya… semoga Tuhan tak bosan menurunkan kasihnya pada mu.
Di sini,
di tempat ini,
di sekolah yang tercinta kita inilah kisah itu berawal.
berawal ketika pertemuan pertama kita semua
berawal ketika sebuah langkah kaki kecil memasuki gerbang yang akan
membawa kita menuju sebuah impian
kisah itu Berawal ketika tiga pelataran, mengukir berjuta-juta kisah
tentang kebersamaan, pertemanan, dan persahabatan.
kini
terbaring aku dalam penat sanubari
kini
terbaring kamu dalam penat sanubari
dan
kini kelabu bersandar pada nestapa
sahabat…Tuhan
telah menjawab segalanya dengan begitu sederhana, bahwasanya, kita menggenggam tuk melepaskan.
Seerat
apapun itu, sungguh yang mampu melepasnya bukanlah topan, gempa atau badai.
Kala kau bertanya apa yang mampu melepasnya, tidak lain, yang lebih sederhana
dari itu (masa).
Sahabat…meski
segalanya telah dipastika akan menjadi buram...
meski sebelum memulainyapun telah terliaht bayangan melambaikan tangannya..
kendatipun banjaran garis putus2 telah menegaskan langkah kita sedari dulu,
hingga ujungnya terlihat layaknya titik kecil (hampir hilang)
batin.ku tulus kagum, sebab "kita" semua telah berani memulai
meski sebelum memulainyapun telah terliaht bayangan melambaikan tangannya..
kendatipun banjaran garis putus2 telah menegaskan langkah kita sedari dulu,
hingga ujungnya terlihat layaknya titik kecil (hampir hilang)
batin.ku tulus kagum, sebab "kita" semua telah berani memulai
sahabat…
ingatlah setiap pahit getir yang mengindahkan
juga
setiap air mata yang tak sempat menetes
juga
setiap cinta yang tak sempat terbalas
juga
setiap kisah yang tak sempat menjadi cerita
juga
setiap salam yang tak sempat terjawab.
Sahabat
Kisah
ini takan perna terlupakan,
Kisah
ini takan perna terhapuskan
kisah
ini bercerita tentang kebersaman yang
menhapuskan kesedihan menjadi kebahagian, bercerita tentang pertemanan yang mengubah
permusuhan menjadi perdamaian, dan bercerita tentang persahabatan yang menuntun
kebersamaan ke jalan kebahagiaan.
Tidak
hanya kisah pertemanan, pershabatan, dan kebersamaan yang terukir.
Tidak
hanya pertemanan, pershabatan, dan kebersamaan yang mengiringi langkah kita.
Tapi
juga tercipta kasih sanyang yang tulus diantara kita semua
Biarkan bola
mata ini meretak mencari buaiannya
biarkanlah air
mata kami bercucuran setidaknya untuk mengahampus kenangan pahit yang pernah ada
biarkan
3 tahun ini bernostalgia untuk generasi2 penerus...
biarkan
segala doa terus bergema
menembus
lapisan – lapisan dinding yang mengusang
kami memang bukan murid yang terbaik
kami memang bukan sahabat yang paling sejati
tetapi kami tetap berharap
kami jangan hilang dalam kenangan ditelan masa
kami ingin ada dan selalu ad di selah-selah batinmu



0 komentar:
Posting Komentar
apa komentar kamu?