BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Sabtu, 12 Oktober 2013

Kita Menggenggam tuk Melepaskan




Kami termenung meratap langit kesunyian
Diantara megahnya hidup ini
Merasakan indahnya dunia

Di atasWarna-warna kehidupan
Memancarkan isyarat-isyarat
Menggerakkan hati
menggetarkan batin

Dalam pandangan yang kabur
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari menjadi pelangi di cakrawala
Berkilatan memantulkan cahaya mentari
kami berdiri dengan mata bercahaya
diiringi dengan nyanyian angin dan gemercik air

Jejak langkah terus terukir Diperjalanan kita,  Perjalanan ini,  perjalanan sebutir pasir menjadi mutiara.
Hari itu, kusamnya seragam smp menjadi awal kisah ini, membiarkan wajah – wajah baru meratap masa depannya
Dimasa itulah terbentuk kami dari  kau dan aku, diantara sebuah jalinan persaudaraan. Terbentuk kebersamaan yang mengikuti langkah kita.
Mata sayu itu memandang masa depan, ntah siapa yang akan berakhir disini atau berakhir sebelum akhir.
Disini, di kampus cendana, kita belajar arti mengertii hingga memahami. Berjalan hingga berlari. Dan berlari hingga saling merangkul, bahkan saling membopoh satu sama lain.
Laksana Tangan lihai penulis mengayunkan pena diatas kertas yang masih kosong… kini lembar lembar kertas itu mulai bercerita. Terangkai beberapa deret kata, ada namaku, juga nama mu,,, namun juga ada kata akhir.

Kamilah generasi yang berlayar di lautan
Menybakkam riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga kehidupan
Kamilah generasi yang berlayar diatas jutaan harapan
Memandang harumnya cahaya

Ya… Kamilah genarasi yang bertempur diatas kobaran api
Mengejar angan dan cita-cita 

Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Inilah sajak kami

Sebuah Sajak-sajak perpisahan
Sajak ini bagai air yang mengalir membasahi panas terik dihati kami
Sajak ini muncul ketika canda dan tawa bersemayam diantara kita
Sajak ini muncul ketika senang dan sedih menyelimuti perasan kita
Sajak ini muncul ketika kebahagian, dan kesedihan menghampiri kebersamaan kita
Sajak ini melukiskan sebuah kisah

Sahabat…masih terniang kusam di benakku tagl 17 juli 2010 lalu, Dihari itu gerbang sekolah ini menjadi saksi langkah kita. dengan langkah masuk, berderet, berayun bersama, dan menjadi bagian dari sahabat
Tapi taukah kau, sahabat?
ada kisah sedih diakhir cerita kita
tidak sebuah pisau
tidak pula sebilah bambu
tapi perpisahan
“tak selamanya kita kan seperti ini”
Sahabat…ini terkhusus untukmu yang telah pergi bersama takdir, kampus cendana ini rumah kami, tapi rumahmu jua. Dimanapun kalian saat ini, kami menyayangimu sebagai sahabat selamanya… semoga Tuhan tak bosan menurunkan kasihnya pada mu.

Di sini,
di tempat ini,   
di sekolah yang tercinta kita inilah kisah itu berawal.
berawal ketika pertemuan pertama kita semua
berawal ketika sebuah langkah kaki kecil memasuki gerbang yang akan membawa kita menuju sebuah impian
kisah itu Berawal ketika tiga pelataran, mengukir berjuta-juta kisah tentang kebersamaan, pertemanan, dan persahabatan. 

kini terbaring aku dalam penat sanubari
kini terbaring kamu dalam penat sanubari
dan kini kelabu bersandar pada nestapa

sahabat…Tuhan telah menjawab segalanya dengan begitu sederhana,  bahwasanya, kita menggenggam tuk melepaskan.
Seerat apapun itu, sungguh yang mampu melepasnya bukanlah topan, gempa atau badai. Kala kau bertanya apa yang mampu melepasnya, tidak lain, yang lebih sederhana dari itu (masa).

Sahabat…meski segalanya telah dipastika akan menjadi buram...
meski sebelum memulainyapun telah terliaht bayangan melambaikan tangannya..
kendatipun banjaran garis putus2 telah menegaskan langkah kita sedari dulu,
hingga ujungnya terlihat layaknya titik kecil (hampir hilang)

batin.ku tulus kagum, sebab "kita" semua telah berani memulai

sahabat… ingatlah setiap pahit getir yang mengindahkan
juga setiap air mata yang tak sempat menetes
juga setiap cinta yang tak sempat terbalas
juga setiap kisah yang tak sempat menjadi cerita
juga setiap salam yang tak sempat terjawab.
Sahabat
Kisah ini takan perna terlupakan,
Kisah ini takan perna terhapuskan
kisah ini bercerita tentang  kebersaman yang menhapuskan kesedihan menjadi kebahagian, bercerita tentang pertemanan yang mengubah permusuhan menjadi perdamaian, dan bercerita tentang persahabatan yang menuntun kebersamaan ke jalan kebahagiaan.
Tidak hanya kisah pertemanan, pershabatan, dan kebersamaan yang terukir.
Tidak hanya pertemanan, pershabatan, dan kebersamaan yang mengiringi langkah kita.       
Tapi juga tercipta kasih sanyang yang tulus diantara kita semua

Biarkan bola mata ini meretak mencari buaiannya
biarkanlah air mata kami bercucuran setidaknya untuk mengahampus  kenangan pahit yang pernah ada
biarkan 3 tahun ini bernostalgia untuk generasi2 penerus...
biarkan segala doa terus bergema
menembus lapisan – lapisan dinding yang mengusang


kami memang bukan murid yang terbaik
kami memang bukan sahabat yang paling sejati
tetapi kami tetap berharap
kami jangan hilang dalam kenangan ditelan masa
kami ingin ada dan selalu ad di selah-selah batinmu

0 komentar:

Posting Komentar

apa komentar kamu?

Powered By Blogger
 
;