Sebelum betul – betul duduk di kursi angkutan kota yang
masyarakat Makassar sebut dengan “pete – pete”, sudah menjadi hal biasa bagiku
menempuh beberapa langkah menuju tempat pete – pete sejurusan rumahku biasanya
mangkal. Hari ini kelihatannya ada yang berbeda, “tapi apa? Apa karena begitu
terik?” Pertanyaan - pertanyaan itu kemudian memaksaku melirik kios pedagang
kaki lima yang setiap harinya kulewati tanpa pamit, kali ini aku putuskan
membeli fresh tea (ini bukan iklan
loh yah), sekalian numpang minum beberapa teguk. Di depan kios, terlihat ada
beberapa kursi berderat tak rapi, kursi paling pojoklah yang beruntung menjadi
kursi incaranku.
Dalam jenak, “sejak kapan terik begitu mengambil perhatian
ku? Sepertinya, kemarin ataupun hari ini sama saja, selalu panas”. Kurasa, inilah
diriku yang selalu mencari – cari apa yang berbeda hari ini
Meski tanpa jawaban sama sekali, langkahku kembali menembus
puluhan anak sd, jejeran daeng bentor (seperti biasa) dan carut – marut anak –
anak jalanan. “Anak – anak jalanan?” Kurasa, jawabannya baru saja kutemukan. Biasanya anak – anak jalanan tidak berkeliaran
di lampu merah sekitaran sini, melainkan di lampu merah setelah ini
“ada apa yah?” mata ku menerawang kian kemari, disana.. ada
yang berteduh dengan Koran ditangannya, disana lagi.. ada yang duduk diemperan..
ada juga gerombolan anak – anak jalanan yang udah gantinama jadi “pengamen”
dengan alat musik seadanya. Pemandangan seperti ini sebenarnya lazim – lazim saja, hanya
saja sekitaran sini adalah pertama kalinya menurutku. itu cukup membuatku sesak dan sesak (aduh..
betah baget sih, ini kan panas, pulang aja bobo’an dik).
Menyadari diintai oleh ku, salah satu diantara banyak
mendekatiku menawarkan Koran yang dijualnya. Kutanggapi dengan senyum unyu tapi
hatiku kecut berdendang
“Hah.. pinter banget sih lu dik, emang, emang ane demen Koran
kok -_-“
“mau di apain coba? Paling buat pelapis lemari aja, beda
dong ceritanya kalau yang ente jual bukunya kak Brili, hahah”
Kuberikan uang sisa pembelian minuman tadi yang belum sempat masuk ditasku,
“ambil saja, korannya buat yang lebih bisa memanfaatkannya deh, jangan aku!”,
matanya berbingar – bingar menatapku layaknya selebriti (hahay.. jadi salah
tingkah). sementara yang lain kelihatannya tidak mau kalah, satu – persatu dari
mereka mulai mendekat (wow.. jangan main borong dong).
“aku juga kak” *dengan muka memelas (ngak usah pasang muka gitu
juga dong dik, tanpa kau pasang pun aku udah tau kamu gak punya # heheh, kita
samaan kok). Aku mulai keteteran, bilang gak ada jelas bohong. Tapi kalau
diberi juga, aku besok idupnya pake apa ? pake umput ? seandainya daeng pete –
pete terima – terima aja gitu kalau ane kasi rumput, yah gak masalah, hahah
“dik tadi kan temanmu sudah, saling berbagi aja yah? kalau
kalian saya beri semua, besok saya kekampusnya pakai apa coba? Saya juga masih
minta uang loh sama orang tua, gak kaya kalian yang hebat – hebat, masih kecil
udah pada bisa cari duit” caraku menenangkan tuyul – tuyul yang rambutnya lagi masa pertumbuhan itu, tanpa peduli kalaupun
tanggapan mereka (itu sih derita lo kak)heheh..
karena mereka tuyul – tuyul yang cukup baik, setelah
mendengar ocehanku mereka bertaburan menuju lampu merah membawa nyengirnya, (kasian juga sih). ada
diantaranya yang langsung merebut fresh tea botol dari tangan ku “minta ya kak”
dan berlari tanpa mendengar jawabanku. (yah.. itukan masih banyak -_- , huh aku
ikhlas deh)
Kulanjutkan langkahku yang sempat terhenti oleh mereka. seperti kilat, mereka telah bertendeng di tempat semula, dari
kejauhan sorot mata mereka tajam mengiringi langkahku berlalu.
Aku tak tau persis berapa banyak pecahan ribuan sisa
pembelian fresh tea tadi, 4 ribu
mungkin, atau sedikitnya hanya 3 ribu, tapi cukup membuat hatiku terasa
mengawang – awang menyaksikan tangan kecil lagi hitam, anak itu menyerobot dari
tanganku lekas. Juga cukup membuat siang anak itu tak sia – sia, setidaknya ada
sedikit tambahan kehidupan. Dan inilah Rahmat, saat disituasi apapun kita masih dapat
memberi, sekaligus menjadi perantara untuk sekecil - kecilnya kebahagiaan orang
lain.



1 komentar:
:).... :)....
Posting Komentar
apa komentar kamu?