“cerita ini, berakhir hari ini..
cerita ini bukan cerita masa depan..
Aku hanya ingin membencimu untuk hari ini..
Dan esok, kau masih akan tetap menjadi temanku..” ^_^
Umur memang tak pernah menjamin akan sejalan dengan
perilaku/sikap seseorang yang di sebut “dewasa”. Dan hari ini, kau salah satu
dari banyak yang membuktikan itu.
Bermula dalam forum diskusi suatu mata pelajaran dikampus
tadi. Aku yang masih lugu dan tanpa dosa (hehe.. keceplosan) mencoba memberi tanggapan.
Saat mulai berbicara, kurasa hening. Namun disela – sela cakapku
itu, suara menggerutu dari belakang membuat ku diam dan mencari sumber suara.
“Ada apa?” aku beralih perhatian. Dipojokan sana ada 3
lelaki kekar yang satu diantaranya mengeluarkan suara keras, menunjuk –
nunjukku, dan dua diantaranya ikut berbicara membenarkan. Jadilah aku badut
pancoran saat itu, malu jiddan!
Hanya pembelaan singkat ku saat itu, yang membuat kau
akhirnya bungkam“maaf, tak ada forum di atas forum”.
Kau mempermasalahkan etika berbicaraku yang rada – rada tak
formal alias berlogat alasannya“tak mengerti” yaiyyalah tak mengerti, semua
orang liat kok, bukannya nyimak, dibelakang kau malah nyalin tugas..
huh.. berbicara masalah etika, apakah yang kau lakukan saat
itu benar? Jika aku salah? Apakah itu berarti kau benar? Sayang sekali
jawabannya tidak!, apakah memotong pembicaraan orang lain tanpa intrupsi atau
setidaknya permisi kapada moderator dapat dikatakan ber-etika? atau Berbicara dengan
kasar dalam forum, adalah ber-etika?
Pantas aja jadi jomblo ngehok! Kasian banget yang mau (astagfirullah
:D)
***
Ku lanjutkan paparanku yang sempat pending dengan wajah tekuk mirip koruptor naik becak. dan saat
duduk kembali, terjadi deh hujan lokal, tangis ku berderai tak tertahan.
terimakasih atas perlakuanmu siang
td brey...
jika itu untuk menjatuhkanku,
maka katakan selamat tinggal pada angan2mu itu
karena kau menyerang..
aku harus jauh lebih kuat bukan? logikanya begitu!
jika itu untuk menjatuhkanku,
maka katakan selamat tinggal pada angan2mu itu
karena kau menyerang..
aku harus jauh lebih kuat bukan? logikanya begitu!
disaat yang lain, saat tiba giliran salah satu dari ketiga laskar
pembela *etika itu memaparkan tugasnya, silih berganti dorongan teman – teman menyuruhku
menanggapi (baca: menjatuhkan)
hallow guys? yang benar aja, tanpa kukritikpun tugasnya udah
berantakan gitu, kasiankan kalau harus lihat mukanya yang juga ikut berantakan
akibat tak bisa menyangga kritikanku, heheh :D
sederhana saja brey..
kau tau ?
aku tak perlu meng-gonggong,
untuk melawan gonggonganmu.
aku tak perlu membenci,
untuk melawan kebencianmu.
dan itu yang membedakanku denganmu
aku tak perlu meng-gonggong,
untuk melawan gonggonganmu.
aku tak perlu membenci,
untuk melawan kebencianmu.
dan itu yang membedakanku denganmu
efeknya?
Persentasiku yang biasa saja, mendapat tepukan membahana
dari teman – teman (nanti, nanti yah minta tanda tangannya. :D hihih)
Bukan Cuma itu, saat pelajaran usai, geng laskar pembela
*Etika bertengkar dengan geng pembela “Aina” (hahah.. jadi terharu..) tapi aku
gak mau ikutan ah, mending ladenin teman – teman yang minta nope dengan beribu simpatinya yang nampak meski tanpa mereka katakan, (narsis dikit, dikit aja kok) ;) :D
kurasa..
tanpa ku katakanpun,
aku telah mengalahkanmu..
^teriakkan!!! "cinta damai"


3 komentar:
Sekuat apa pun gunjangan
Lontara kata tak penting
yang dia tujui padamu
berpaling saja dari dirinya
jikalau perlu hentakkan
tanggan didada
lalu tunjuk dirinya
sambil berkata ocehan mu yg tak bermutu
simpan saja buat massa depan mu..!
:/
super sekali Aina :)
Suryanti @ bekas pejuang yah bu ? heheh
Laurasti @ Makasih sist ^_^
Posting Komentar
apa komentar kamu?