BISMILLAH.. ALHAMDULILLAH


Jangan lupa FOLLOW IG @amuthek dan SUSCRIBE my youtube channel Andi Mutmainnah Idris 😉

Jumat, 25 Desember 2015 0 komentar

metafora rasa cinta...

cinta adalah perasaan, dan perasaan berarti memilih..
.
kendati memilih, bukan berarti cinta memandang cinta haruslah sempurna...
adakalanya, cinta lebih memilih hati yg berusaha tetap utuh dengan sejuta bekas perban,
agar alasan kedatangannya adalah "menyembuhkan"...
.
dan pada akhirnya... cinta adalah pilihan2 antara rindu dan cemburu, antara keindahan dan kepahitan, antara harapan dan penantian
.
sungguhlah berarti.. *kesempurnaan hanya hak Allah*
0 komentar

GARA - GARA TAUSIYAH CINTA

Beberapa tahun silam, tepatnya 1288 H (1870 M), oleh sekelompok orang, Islam disandingkan dengan istilah kapitalis, maka terlahirlah istilah _Islam kapitalis_ yakni pemisahan islam dari kehidupan..

istilah ini bukan main - main. Sebab dibeberapa situasi, karena istilah ini, banyakan orang menganggap masih berjalan dalam koridor islam, padahal ternyata telah jauh melenceng. dunia akhirnya mengenal Islam hanya pada lingkup kecil, yakni di Masjid saja...

semisal Negara kita Indonesia yang ber-asas-kan Democrasi (baca : saudara kembarnya kapitalis). Akhirnya sejak ditetapkannya tersebut, orang - orang Islam di Indonesia cenderung menjadi Islam demokrasi.
alhasil, mereka yang berteriak *Khilafah* kasat mata jadi terlihat asing dan menjijikkan _ prihal segerombolan manusia yang berusaha menghancurkan Negara.

lalu, apa salahnya #Tausiyah_Cinta?

kemarin ada kejutan manis dari seorang teman...

teman : Ain, lama tak berjumpa... yukk nonton Tausiyah Cinta.. kalau mau, ta' tunggu ii soalnya antrinya masih lama..

Ain : what? tau-kan? sy nda mau pergi nonton bioskop.

teman : oh, kirain sudah mau, soalnya ini banyak kerudungan besar sampai yang makai cadar.. studionya juga dipisah antara laki - laki dan perempuan.

***

pertama : prihal bercampur baur (ikhtilat) sangat ditekankan, artinya sedapat mungkin dihindari apatah lagi untuk hal yang mubah.
benarlah sebuah ungkapan : berhati - hatilah dengan yang mubah, jangan sampai berhujung sia - sia...

terakhir, usai nonton..

ain : gimana nontonnya dhe? beneran dipisah gak?

teman : dipisah sih, studio laki - laki dan perempuan beda, tp tadi ada 3 lelaki yang diselipkan distudio perempuan, soalnya penontonnya membludak.

kejutannya adalah, tentang beberapa orang yang menentang segala bentuk ikhtilat, istiqomah dalam setiap kajian islam/tabligh akbar, memisahkan barisan wanita dan pria.
prihal hebohnya film yang bernuansa Islam, segalanya berubah menjadi *gak papa. sekali - kali aja*

kedua : tentang sekelompok orang yang mengkaji, televisi itu adalah hal yang sia - sia, karena aktivitas nontonya.
sebenarnya adalah, setiap orang itu dihukumi sesuai apa yang mereka yakini,
sekali lagi, tentang ketimpangan yang disulap menjadi Islami, maka semua akan berubah menjadi *gak papa*

seperti yang marak dibeberapa tahun lalu it's pacaran Islami ^_^

sebetulnya, yang demikian hanya metafora *cobaan* yang menguji rasa.
Minggu, 20 Desember 2015 0 komentar

.. Teruntuk rintik - rintik kemarin ..



kala hatiku memucuk, lalu setitik demi setitik ia mengguyur dengan lembut, yang menjadikannya mekar...
ingatkah...? itu rintik - rintik desember 2 tahun lalu..

lalu, tentang rintik - rintik Desember se-tahun lalu,, bunga hatiku tepat melayu, namun basahnya tetap saja memberi arti, lantaran bijak menyembunyikan air mataku dibalik guyuran airnya..

dan saat ini (tahun ketiga), basahnya mulai menyapa malu - malu.. mengiringi kehadiran Desember, memberi isyarat, bahwa ia akan selalu datang, tak peduli bagaimana suasana hatiku menyambutnya..

Desember (15),, aku menanti.. tentang hatiku yang sejatinya aku jua tak tau rasa pa yang akan mengusiknya kala itu..


*hidup memang tentang menunggu dan menanti.. inilah penantian yang tak sia - sia ^_^ menanti hujan mu, *Desember*
Sabtu, 01 November 2014 0 komentar

yang ku tau, cinta itu damai





Jikalau ku berkata “aku merindu”.. kau akan menimpali “aku tak kemana – mana”
Haruskah ku merindu di setiap saatnya agar kau tetap terjaga disisiku ??
Egonya, ku serakah akan cintamu..

Yang seharusnya aku tak perlu lagi mempertanyakan apakah kau masih menyimpan harapan yang sama denganku, bukankah yang perlu ku tau hanya “hatiku sendiri”..
Cukup, Cukuplah beberapa hari ini, ku mengekang jiwa ku untuk menghapus namamu, padahal sang pencinta masih mengharap cinta itu terjaga disini.. *nunjuk kehati* pantas saja sakit dan melelahkan.. :'(
Kali ini sepertinya aku betul betul telah mengerti, bukankah setiap rasa  adalah anugrah yang kita dituntut untuk mensyukurinya, bukan memaksa memilikinya.

Aku hanya perlu menguburmu saat ini, tapi tidak menghapusmu !
“bagaimana mungkin aku dapat terbang mencari cinta yang lain, sementara sayap – sayapku telah patah karenamu - Khalil Ghibran”
Aku hanya perlu mencintaimu dengan sederhana,,
“seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan mendung pada awan yang menjadikannya hujan, seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan malam pada siang yang menjadikannya tiada – khalil Gibran”
Aku tak perlu berusaha membencimu karena kita tidak berakhir, sama sekali tidak !! kita baik – baik saja, karena kita berbeda bukan ? tidak seperti kebanyakan remaja yang berakhir kemudian saling membenci – karena kita sama-sama paham dan mengerti – cinta itu suci, tidak menghinakan – cinta itu berharga, tidak murahan – cinta itu titipan Allah, maka biarkan Dia yang menuntunnya.

Yup.. betul, kita hanya memperbaiki spasi yang mulai menyempit, sebab sadar bukanlah hak kita menentukan kebersamaan di hari esok, dan aku ? aku hanya perlu mengikat cinta untukmu dalam bingkai sederhanya yang bernama tawakkal, agar tidak menjadi liar.

Meski awalnya begitu berat, dan akhirnya rela..
Perlu kau tau, aku rela bukan atas dasar penolakanmu yang begitu kejam..
Hanya Karena ingin cinta ini tak ternoda, akibat terucap sebelum waktunya..
Aku ingin mencintai penciptamu sepenuhnya sebelum mencintaimu
Aku ingin meminta restu pada sang maha cinta, untuk mengabdikan setengah cinta daripadanya untukmu, dan membuktikan bahwa cinta kita abadi dalam setiap iringan do’a disetiap usaiku bersujud
Aku ingin mempersembahkan ibadah terbaikku karena-Nya, bukan karena mu,, hingga akhirnya aku dipantaskan untukmu :)

Mari kita saling mencintai dalam senyap malam, yang hanya bintang-bintanglah yang mengerti akan isyaratnya,
Mari kita saling mencintai diam-diam, sepeti rumput yang hanya mampu berbicara dalam hati
Percayakan Allah yang menjaga cinta kita, maka kemanapun cinta kita masing-masing bermusafir, ia akan tau cara tuk kembali – karena cinta yang abadi selalu menuntun tuk temukan jalan pulang ^_^


http://about.me/mumuthamuth


Jumat, 13 Juni 2014 0 komentar

about love again

Katanya, cinta itu sederhana.. layaknya kau bahagia melihat sabit dibibirnya. Tapi tanpa rasa sakit, cinta itu ibarat genangan air yang tak mengalir..
Dan yang paling menyakitkan dari cinta adalah sebuah janji untuk saling berpegangan hingga akhir perjalanan, namun salah satu diantaranya memilih menyerah karena tak sanggup lagi menahan luka kerikil – kerikil yang tajam, adalah sebuah janji untuk saling mencintai, namun salah satu diantaranya telah kehilangan cinta itu didalam hatinya.
Meski demikian, memutuskan hidup tanpa cinta bukanlah pilihan yang layak. Betul, mungkin itu akan membuat hidupmu tenang – tenang saja, no galau, no sad. Tapi kau tak akan pernah mengenal kisah dengan akhir yang bahagia..


Dalam kisahku, Aku tak tau dia masuk melalui pintu hatiku yang mana, tiba – tiba saja dia telah berada didalamnya. Namun demi menjaga ukhwah kami memilih berspasikan syari’at untuk saling mengenal, yah..”hanya saling mengenal”. Indah juga, merasa disayangi tanpa harus melulu mengatakan itu.
Hingga saat kemarin, kami masih sama – sama terjaga, namun bukan cintalah bila tak berombak, ombaknya menggoyahkan ku dari pijakan semula, dan dia masih tetap disana berdiri memberi isyarat “sadarlah dik, masih ada spasi diantara kita”.
 
Ia mungkin beranggapan aku tak lagi mengindahkan nasehatnya, memang begitulah kenyataannya, ku tau itu alasan yang membuatnya meninggalkan lingkaran sethan ini, dan memutuskan membuang segala cinta yang akan dipersembahkan untukku setelah walimah nanti..
 
Karena selalu ada kata “maaf” untuk setiap kesalahan, dan selalu ada kata “aku memaafkanmu” untuk setiap kata maaf, akhirnya permintaanku untuk kesempatan kedua di-indahkannya. Akan tetapi, sebaik apapun dirinya, tetap saja menentukan bukan haknya manusia, dia akan punya caranya untuk  meninggalkanku. Aku begitu menyadari aku telah memecahkan cermin hatinya, sekalipun telah ku satukan serapi mungkin, tetap saja akan meninggalkan bekas.
 
Untuk kembali seperti saat pertama “akan sulit” katanya, seperti isyarat mengusirku pelan – pelan. Yah.. mungkin benar, disetiap kesalahan akan terselip luka yang membuat kita tidak mati, namun perihnya mampu membuat kita tak dapat berjalan seperti dulu lagi…

^Kulihat, tatapan itu masih sama, namun dia tak lagi disisiku :’)
Senin, 11 November 2013 2 komentar

Jika CINTA tak Berlogika


Pernah dengar “pepatah cinta tak berlogika”?, setuju banget.. demikian aku tak pernah mengerti cinta dengan baikk,,
yang ku tau..
Cinta adakalanya indah, terkadang pula sebaliknya..

Apa sih yang membuat prakara “cinta tak berlogika” akhirnya mengambil bagian pada perjalanan yang disebut CINTA ? Pahamilah, itu terjadi jika perasaan mendominasi dan logika memilih mangkal di urutan sekian, sekian, sekian..
Hal yang tak sesuaipun diwajar2kan. Hingga bermuara pada penyisaan derai urai air mata serta gerutu “seandainya – seandainya” yang sudah tak berguna sama sekali.

Disesi kali ini, sebagai postingan pembuka di bulan November.. pembahasannya tak akan jauh – jauh pada model cinta yang membuat penikmatnya nyeri, perih, semriwing dan semacamya..

Sadar atau tidakk guys, pada beberapa kejadian kita temukan hati – hati yang tercecer dimana – mana.. dan  kata “galau” ditemukan disemua tempat.
#untuk setiap pengorbanan yang berlebihan diluar batas, yang disebutnya pengorbanan cinta.
Yaelah.. pengorbanan sih pengorbanan . Yang sewajarnya aja dong, yang masuk logika gitu! Disbut suami/istri aja belum :P. Istilahnya begini guys, hanya agar cinta kalian tak menjadi ajang atau alasan untuk “memanfaatkan”.

#selanjutnya, untuk setiap cinta yang terhianati, mereka menyebutnya selingkuh.. disinilah letak logika mengajarkan “balack list name”, namun jika cinta mengajarkan “tak berlogika” maaf akan menjulur setulus –tulusnya,
Fikir aja deh, maaf sih maaf.. tapi gak harus balik juga kan?  Kita juga harus punya komitmen dong,, hatimu terlalu besar untuk menyimpan satu nama peselingkuh!
Dan masih banyak contoh lainnya..

Nah..Jika demikian guys, maka tinggalkan dia..
Say No To “aku tak bisa!”

ibaratkan biasan wajah mu didalam cermin!
jangan pernah tertipu,
dengan kecocokan, keserasian, dan kesamaan dirimu denganan seseorang yang selalu kau saksikan dibalik disana..
sesungguhnya dia hanya bayangan..

jangan pernah mengira,
kau tak bisa tuk tidak melihatnya..
karena kau hanya butuh memalingkan wajah dan pergi jauh dari hadapannya
"untuk menghapus biasnya"


 LOVE YOU ALL ;)
          ^aina^
Sabtu, 26 Oktober 2013 2 komentar

Jadilah Sewajarnya



hujan masih menampakkan wajahnya rintik malu - malu sore itu, seolah enggan berbagi sejuknya. Sejauh ini aku tak pernah ada masalah dengan hujan, walau kerap kali ia mencoba menghalangiku untuk beberapa keperluan.
aku memang suka hujan, tapi sore itu, aku memilih hanya sekedar meratapi desahnya yang sejuk, tak hendak berlari berbasahkan air, aku bukan lagi balita umur lima atau kanak – kanak umur 7 tahun, tak lazim saja, fikirku.
bodoh yah? aku malah memilih bermandikan kenangan masa kecil yang kerap tanpa beban, berlari, terus tertawa, dan yang lebih penting  tak perlu berpusing – pusing memikirkan tanggapan orang, juga yang tak kalah mengesankan, kita seperti ilalang yang tanpa dosa. Hanya ada satu dosa masa kecilku yang ku ingat saat ini, yaitu berharap menjadi remaja secepat – cepatnya.  Mengenang itupun membuatku menyungging senyum yang tanpa sengaja, dan ku pahami saat ini aku merindu..

setiap kita pasti tau akan fenomena ini, walau kerap kali tak sadar, betapapun kegemaran kita sewaktu kecil, bersama waktu, kita akan memilih menyimpanya, malah bahkan melupakannya, atau beralih pada keasyikan lain, dan segala bentuk yang memastikan bahwa waktu memang betul – betul berjalan.
gak mungkin juga kan, dari kecil sampai sekarang taunya Cuma main lompat karet, mobil – mobilan, atau bongkar pasang aja, lebih tak mungkin lagi kalau dari dulu sampai sekarang umurnya tetap – tetap dan tubuhnya gak tumbuh – tumbuh :p

meski tak menutup kemungkinan lain, dan kenyatannya memang betul, ada juga loh manusia – manusia yang aku masih kurang tau sih, apa karena tak ingin meninggalkan kecintaannya pada masa kecil, memang perkembangannya terhambat, atau emang seneng jadi bahan ceritaan (cara eksis lebih cepat, heheh)
kemarin aku sempat ketemu satu contoh nyata, saat disuruh kakak ke pasar, aku yang sedari dulu terbiasa berjalan tanpa menatap kedepan menabrak gadis remaja yang kira - kira masih seumuran denganku, (yah menuju tua gitu deh, meski tetap imut – imut :D), tak peduli siapa yang salah dibalik peristiwa baku tabrak itu, aku spontan lirih “sory..sory..” (sambil merapatkan kedua tangan), “ihhh..nda’ liat – liat” (dengan rengekan manja plus muka amit – amit eh -_-‘ ). Sempat sumpek isshh! Tapi gak marah juga, hati saya malah tertawa terpontang – panting, tau umur mbak, muka udah matang gitu, bahasa masih luwerr seperti anak kecil.

mereka boleh membantah dengan “this is me!”,  pertanyaannya, sejak kapan itu menjadi dirimu? Bukankah yang sejati adalah hal yang tak dibuat – buat?

atau “I don’t care about the people” ini juga bukan alasan guys, menutup kuping  hanyalah usaha lama, mewajar – wajarkan, menenag – nenangkan diri sendiri, dan segala bentuk ketidak terimaan pada kenyataan.
Tak  terbantahkan, bahwa kita manusia terbentuk dan dibentuk dengan penilaian, artinya penilaian manusia tak akan pernah nemu ujungnya, akan tetapi, bukankah hal demikian yang membentuk kita menjadi sedemikian rupa?

#terus saya harus gimana dong? => jadilah sewajarnya ;)#
Powered By Blogger
 
;